Cara Mencegah Alergi Debu

Cara Mencegah Alergi Debu

Cara Mencegah Alergi Debu – Beberapa orang memiliki alergi yang berbeda-beda yang terkadang tidak dapat di atasi dan dapat di atasi. Alergi debu adalah salah satu jenis rinitis alergi yang paling umum, yang dipicu oleh debu dan memicu beberapa gejala seperti bersin-bersin, hidung meler atau gatal, mata merah, gatal atau berair, batuk-batuk, sulit tidur, mengi, hingga kesulitan bernapas dan memicu asma.

Pemicu alergi debu berkaitan dengan komponen yang terdapat dalam debu, seperti tungau dalam debu, kecoak, jamur, serbuk sari atau bulu hewan peliharaan. Jika seseorang dengan alergi berkontak dengan alergen tersebut, maka gejala-gejala allergies tersebut dapat timbul. Gejala ini dapat bertambah parah ketika membersihkan rumah, seperti menyapu.

Cara mencegah alergi debu yang terbaik adalah dengan menghindari kontak dengan alergen. Untuk itu, lakukan tips ini untuk meminimalkan kontak dengan alergen, lebih dari sekadar bersih-bersih!

 

1. Bersihkan rumah dengan lap basah atau penyedot debu
Membersihkan rumah secara teratur penting agar debu tidak menumpuk. Gunakan lap basah atau penyedot debu (vacuum cleaner) untuk membersihkan rumah dan perabotnya. Hindari menggunakan alat pembersih yang kering, seperti sapu atau lap kering, agar debu tidak beterbangan.

Penyedot debu biasa kurang efektif dalam membersihkan sebagian besar tungau debu. Karenanya, bila memungkinkan penyedot debu dengan kantong mikrofilter ganda atau filter penyerap partikulat efisiensi tinggi (HEPA) untuk membantu mengurangi emisi debu rumah dari penyedot debu.

2. Cuci seprai secara berkala
Tungau debu sering ditemukan di bantal, kasur, karpet, dan tempat lain yang lembap dan hangat. Karenanya, penting untuk menjaga kebersihan kamar termasuk peralatan tidur. Untuk membersihkannya pun tidak sembarangan.

Cucilah seprai, sarung bantal, selimut, dan peralatan tidur lainnya dengan air panas dengan suhu sekitar 55 derajat Celsius. Jika tidak memungkinkan, gunakan pengering pakaian selama minimal 15 menit dengan suhu sekitar 55 derajat Celsius. Cara ini dilakukan untuk membunuh tungau bakteri dan menyingkirkan alergen.

3. Gunakan seprai antitungau
Tungau debu mudah berkembang biak di tempat yang lembap dan hangat, termasuk di bantal dan kasur. Untuk alasan ini, mungkin kamu perlu membeli seprai dan sarung bantal antitungau untuk mencegah tungau debu berkembang biak.

Seprai antitungau terbuat dari serat yang rapat, sehingga mencegah tungau masuk ke dalam bantal atau kasur dan berkembang biak.

 

4. Jaga kelembapan tetap rendah
Menurut keterangan dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, tungau debu hidup dan berkembang biak di tempat hangat dengan suhu sekitar 20 derajat Celsius, dengan kelembapan 75 hingga 80 persen. Akan tetapi, tungau debu akan mati jika kelembapannya kurang dari 50 persen. Karenanya, menjaga kelembapan tetap rendah membantu mengurangi banyaknya tungau debu di rumah.

Untuk menjaga kelembapan udara tetap rendah, kamu perlu alat dehumidifier. Ini merupakan alat yang mengonversi kelembapan udara menjadi tetesan air, sehingga udara yang dihasilkan lebih sejuk dan kering.

Dehumidifier dapat menurunkan kelembapan udara mencapai 30 hingga 50 persen, sehingga berguna untuk mengontrol pertumbuhan tungau debu dan jamur, serta dapat mengeliminasi binatang seperti ngengat, kecoak, dan laba-laba. Selain itu, gunakan pula higrometer untuk mengukur kelembapan udara di dalam ruangan.

5. Hindari penggunaan barang yang dapat menjadi sarang tungau debu
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tungau debu mudah berkembang biak di tempat yang hangat dan lembap, salah satunya karpet. Karenanya, hindari penggunaan karpet untuk lantai. Sebagai gantinya, gunakan kayu, ubin, linoleum, atau lantai vinil jika memungkinkan.

Selain itu, pertimbangkan untuk mengganti barang yang dikhawatirkan menjadi tempat berkumpulnya debu seperti furnitur berlapis kain, gorden yang sulit dicuci, atau tirai horizontal. Jika masih digunakan, pastikan untuk membersihkannya secara rutin.